Cara Dapat Makanan Gratis dari Lifull-Produk





Cara Dapat Makanan Gratis dari Lifull-Produk. Beberapa hari yang lalu tetiba di meja kerja dapet kiriman paket. Padahal aku gak ngerasa sedang pesan sesuatu dari toko online. Ternyata pengirimnya adalah Lifull Media Indonesia. Aku baru ingat kalau beberapa hari sebelumnya aku sempat iseng iseng-iseng apply produk snack dari Lifull. Ternyata benar- benar dikirim! 

Oya, yang belum tahu, Lifull-produk adalah situs penyedia jasa informasi tentang berbagai produk snack dan kecantikan yang ada di sekeliling kita maupun produk  yang jarang kita temukan.  Selain memberi kita banyak sample-sample produk gratis, kita juga bisa melihat review dari produk-produk makanan dan kecantikan yang direkomendasikan oleh orang lain.


Kiriman Paket dari Lifull


Jadi setelah yakin bahwa paket itu memang ditujukan buatku. Dengan semangat membara, paketnya langsung kusobek-sobek. Ternyata isinya 2 bungkus Oishi Popcorn varian coklat dan karamel. Asyiiik! 

Sebelumnya aku baru pernah mencoba Snack Oishi Pillows dan Snack Oishi Sponge. Dan aku sukaaa banget terutama yang Oishi Sponge Crunch Chocolate. Jadi dengan ekspektasi yang sama, aku langsung membuka yang Oishi Chocolate Popcorn lebih dulu. 


Oishi Pop Corn Coklat dan Karamel

Dan ternyata, as always, rasanya enakkk... Sama seperti pendahulunya si Oishi Sponge Crunch Chocolate, si Oishi Chocolate Popcorn ini juga punya rasa coklat yang khas dan gak bisa aku ungkapkan dengan kata-kata (eciee...). Jadi si butiran popcornnya dilapisi coklat, gitu deh. Duh, sayangnya lupa moto penampakan produk aslinya, nih. Ya, sutralah.

Selanjutnya, Oishi Caramel Popcorn. Sebagaimana judulnya, rasa nya manis seperti gula karamel. Kalo boleh jujur, aku lebih suka yang rasa coklat karena menurutku manisnya karamel ini bikin 'giung'.

Oishi Caramel Popcorn


Keduanya menggunakan kemasan yang sama dengan pendahulunya 'si pillows' dan 'si sponge'. Yaitu, plastik dengan kemasan ziplock. Sehingga kalau kita nggak menghabiskannya dalam sekali makan, bisa dimakan lagi di lain waktu.

Buat kamu yang ingin tahu cara dapat makanan gratis dari Lifull, caranya cukup gampang kok. Kamu cukup mendaftar di website https://www.lifull-produk.id/, setelah itu klik tombol hadiah di bagian menu.


Nanti akan muncul daftar-daftar produk yang akan dibagikan sample gratisnya. Oh ya, ada dua kategori produk yang dibagikan, yaitu snack dan beauty. Kamu bisa apply keduanya sekaligus. Hanya saja, jumlah produk yang dibagikan untuk tiap produk memang berbeda. Seberapa banyak produk yang dibagikan bisa kamu lihat di bagian bawah info produk. Contohnya untuk produk oishi kemarin, tersedia untuk 600 orang. Sementara untuk produk caladin baby di bawah ini hanya tersedia untuk 100 orang. 
Produk Hadiah di Lifull-produk

Selanjutnya kamu tinggal 'klik' di produk yang kamu mau dan kamu akan dibawa ke halaman informasi produk yang kamu pilih. Jika kamu 'scrol' ke bawah, akan ada langkah-langkah yang harus kamu lakukan untuk bisa mendapatkan produk tersebut dengan gratis. Kamu tinggal ikuti saja langkahnya, log in, like fans page mereka, isi survey singkat lalu share di sosial mediamu.

Surveynya benar-benar singkat kok, tidak sampai 5 menit untuk kita isi. Biasanya sih pertanyaannya seputar produk yang kita pilih. Dan sudah ada option-nya sehingga kita cukup memilih diantara pilihan yang ada saja.

Cara Dapat Makanan Gratis dari Lifull-produk
Selanjutnya tinggal menunggu saja dan berdoa, mudah-mudahan namamu keluar sebagai salah satu orang yang beruntung mendapatkan makanan gratis adari Lifull-produk.

Cukup mudah, kan? Yuk, dicoba! 

Review Basreng Bazoka



Kemarin sore aku dapet paketan dari Bandung yang ternyata isinya adalah basreng, salah satu cemilan favorit semanjang masa. Ada yang belum tahu apa itu basreng, kah?

Jadi, basreng itu adalah singkatan dari BAkSo goRENG. Namun berbeda dari bakso pada umumnya yang terbuat dari daging sapi, si basreng ini biasanya terbuat dari bakso ikan.

Kenapa aku jauh-jauh pesan basreng ke Bandung? Lagi-lagi karena alasan idealisme lidah Bandung-ku sebagaimana kuceritakan dalam postingan Kuliner Khas Bandung yang Beda Rasa di Jakarta , basreng termasuk di salah satu diantaranya walaupun tidak kucantumkan disana.

Nah, kembali ke soal basreng. Brand basreng ini adalah Basreng Bazoka. Produk ini termasuk newcomer di dunia persilatan, eh, per-snack-an ding. Karena baru launching sekitar beberapa minggu yang lalu. Tapi jangan salah, ownernya sudah makan asam garam dunia per-bakso-an bertahun-tahun lamanya. Makanya, jadi penasaran juga nyobain produk barunya.

Alhamdulilahnya, sore tadi dikala langit mendung dan perut menjerit-jerit minta cemilan, dua varian Basreng Bazoka ini mendarat dengan selamat di meja kerjaku. Alhasil, belum sempat ku-foto malah varian rasa pedas habis dalam waktu kurang dari setengah jam. Bukan karena isinya sedikit, tapi karena aku yang ga bisa berhenti memakannya.

Untungnya Basreng Bazoka varian original bisa terselamatkan, sehingga kali ini sempat aku dokumentasikan dulu di rumah sebelum (lagi-lagi) aku habiskan. Walaupun sebenarnya, kemasannya pakai ziplock, sehingga memungkinkan kita untuk tidak langsung menghabiskannya dalam sekali makan. 

Aku pribadi lebih suka Basreng Bazoka varian pedas. Karena tidak terlalu pedas dan cukup pas di lidahku. Sementara yang varian original lebih plain rasanya, sehingga lebih cocok untuk Jenna.

Selain itu teksturnya renyah dan tidak keras. Sangat khas basreng Bandung. Secara basreng yang kumakan disini kebanyakan alot macam batu :'(

Untuk ukuran 80gram, harga 12 ribu cukup terjangkau lah, ya. Apalagi kalau situ beli banyak, bisa dapet diskon, kok.

Belinya kemana? Bolehlah colek-colek aku biar nanti ku kenalkan sama ownernya. Hehehe....


Resep Siomay Bandung Istimewa

resep siomay bandung

Resep Siomay Bandung yang akan aku share ini hasil dari beberapa percobaanku di rumah dan yang menurutku paling layak jual. Karena selain hasil dari coba-coba sendiri untuk beberapa kali, aku sempet kursus juga demi mencari resep siomay Bandung yang paling pas di lidahku. Niat banget kan, ya?

Jadi awalnya, sekitar 2 tahun yang lalu, ceritanya sih aku pengen jualan siomay, meneruskan cita-cita yang sempet tertunda gitu deh. Lah emang ada ya yang cita-citanya jadi tukang siomay??? Ada-adaaa.. itulah aku dulu, hihihi.. awalnya sih dari kesukaanku sama kuliner khas Bandung ini. Pokoknya sejak masih balita, kalau ada yang nanya apa makanan kesukaanku, pasti dengan yakin kujawab "Siomay!". Sampai tukang siomay langgananku di Bandung dulu hafal sama aku. Karena kayaknya cuma aku doang deh anak kecil yang kalau makan siomay nambah terus sampai bisa menghabiskan  10 biji (ketahuan deh kalo doyan makan dari kecil :P)

Itu salah satu alasannya. Salah duanya, seperti pernah kuceritakan di artikel Kuliner Khas Bandung yang Beda Rasa di Jakarta , disini aku sangat jarang menemukan siomay yang rasanya "Bandung" dan sesuai sama lidahku. Jadi awalnya kupikir ini peluang bisnis yang bagus. Walaupun dalam perjalanannya, karena satu dan lain hal, kuputuskan bahwa aku belum siap untuk memulai bisnis ini.

Jadi, daripada resepnya mubadzir, lebih baik ku-share saja. Siapa tahu ada diantara kamu yang berminat untuk mencoba peruntungan di bisnis siomay Bandung, dengan senang hati kupersilahkan menggunakannya. Atau siapa tahu suatu saat ketika kondisinya sudah memungkinkan aku kembali ingin mencoba bisnis ini, kan tinggal melihat ulang ke tulisan ini ;)

Resep Siomay Bandung

Bahan-Bahan

Hal pertama yang dilakukan adalah mempersiapkan bahan-bahan pembuatnya. Untuk bahan siomay dan bumbu kacang bisa dilihat di bawah ini ya:

resep siomay bandung

Cara Membuat Siomay:

1. Bahan-bahan siomay semua digiling hingga lembut.
Kalau aku biar gampang sih numpang giling ke tukang giling bakso di pasar. Tapi kalau kamu punya chopper atau penggiling daging, bisa dicoba sendiri di rumah. Tapi menurutku sih agak sulit ya, terutama kalau mau menggiling kulit ayam. Karena teksturnya 'glenyer-glenyer' gitu, malah nyangkut di chopper-nya (apa tergantung kualitas chopper nya ya, kurang tahu juga)

2.  Tambahkan Bumbu Siomay.
 Setelah semua digiling lembut, tambahkan bumbu-bumbunya, sedikit demi sedikit supaya merata. Lalu giling lagi. Kalau kita gilingnya di pasar, sih, bisa lebih merata, ya.

Membentuk adonan siomay dalam pangsit
3. Bentuk adonan dengan kulit pangsit dan tahu. 
Kalau aku, selembar pangsit diisi adonan satu sendok makan. Maap ya ngadoninnya ga pake plastik, belum jago soalnya kalo pake plastik suka nempel-nempel. Tapi Insya Allah bersih, kok! Hihihi...

Untuk siomay, idealnya sih menggunakan kulit pangsit rebus, karena lebih tipis. Tapi agak susah mencarinya di pasar. Jadi aku tetap menggunakan kulit pangsit goreng yang biasanya dipakai untuk batagor.

Untuk tahu isi bisa disesuaikan aja dengan selera, mau bikin berapa banyak, gitu. Kalau aku kemarin cuma beli 10 buah tahu putih yang masing-masing dipotong dua.

Oya, ada bahan tambahan yang lupa diketik, yaitu parutan wortel. Fungsinya buat pemanis aja sih. DItambahkan diatas adonan siomay yang sudah dibentuk di pangsit.

4. Kukus Siomay dan Tahu. 
Sembari membentuk siomay (yang prosesnya agak memakan waktu, adonan yang udah terbentuk bisa langsung dikukus. Lama mengukusnya sekitar 10-15 menit.


Cara Membuat Bumbu Kacang:

1. Goreng kacang tanah dan minyak sampai matang. Blender halus dan sisihkan. Kalau kesulitan, ketika diblender boleh ditambahkan minyak sisa menggoreng secukupnya.

2. Goreng bawang putih dan cabe merah keriting. Gunakan minyak sisa menggoreng kacang. Blender/ulek bersama bawang goreng. Sisihkan.

 Oya, sebenarnya jumlah cabai-nya sesuaikan dengen selera ya. Porsi segini buatku cukup pas, tapi agak sedikit terlalu pedas kalau buat anak-anak.

3. Rebus air, masukan gula merah dan asam jawa. Setelah larut, masukan bumbu halus dan kacang yang tadi sudah diblender. Aduk rata hingga mulai mengental.

4. Setelah mengental, tambahkan bumbu pelengkap. Rebus lagi hingga mengental dan keluar minyak (kurang lebih 1/2 jam) 

5. Bumbu kacang siap digunakan.


Untuk penyajian, paling enak ditambahkan kecap manis dan jeruk peras. Karena bumbunya sudah agak pedas, jadi tidak perlu ditambahin cabai lagi. Resep diatas menghasilkan sekitar 120 pcs siomay dan 20 pcs tahu.

Nah, itulah resep siomay Bandung istimewa ala dapurku. Kalau ada yang mau ditanyakan silahkan tinggalkan komentar, ya!




Kuliner Khas Bandung yang Beda Rasa di Jakarta

Hampir semua warga Bandung yang 'hijrah' ke Ibukota, pasti merindukan kuliner khas Bandung. Contohnya, ya aku sendiri. Lima tahun tinggal di Ibukota membuatku mendapat jawaban tentang kenapa sih orang- orang kalau liburan banyak yang milih pergi ke kota Bandung? Padahal dulu waktu masih tinggal di Bandung ya gak doyan-doyan amat sama kuliner khas-nya. Yah begitulah memang, you don`t know what you 'eat' till it`s gone :D

Sebenernya kuliner khas Bandung itu bisa kita jumpai di Jakarta juga, kok. Contohnya, setiap pulang ke Bandung aku selalu pesan ke mama untuk dibelikan siomay yang dijual di depan komplek. Sampe mamaku nanya "Memangnya di Jakarta gak ada yang jual siomay, ya???"

Ya ada dong, tapi ya itu dia. Rasanya BEDA. Banyak makanan-makanan Jakarta yang sekedar 'nyomot' kata Bandung aja. Padahal rasa-nya gak ada 'Bandung-Bandung-nya'. Sehingga membuatku malas membelinmemilih untuk menuggu saat-saat aku pulang kampung ke Bandung saja untuk menikmatinya. Aku akan coba bahas beberapa khususnya yang menurutku jauh berbeda.


Kuliner Khas Bandung yang Beda Rasa di Jakarta

1.   Siomay atau Bakso Tahu
Sebenarnya di Jakarta banyak bertebaran penjual siomay. Bahkan tidak jarang yang mengunakan label 'Siomay Bandung' di gerobaknya. Tapi ketika aku coba beli, hal pertama yang terlintas di pikiranku adalah "ini siomay apa bakso ikan, sih???" Soalnya dari penampakan aja udah gak indah. Bentuk siomay Bandung itu tidak bulat, tapi berupa adonan yang dilapisi kulit pangsit rebus. Sementara siomay Jakarta, terutama yang di pinggir jalan, kebanyakan bentuknya bulat seperti bakso yang kematengan. Kalaupun ada yang dilapis pangsit, biasanya itu hanya varian dan isinya lebih sedikit. Paling banter siomay Jakarta yang beneran enak bentuknya gak beraturan, tapi tetap tidak menggunakan kulit pangsit.

bakso tahu bandung
Bakso Tahu Bandung
sumber foto disini 
Siomay Jakarta
sumber foto disini

Selain itu dari bumbu kacangnya pun berbeda. Bumbu kacang siomay Bandung lebih lembut dan sedikit pedas. Sementara siomay Jakarta bumbu kacangnya cenderung kasar dan tidak pedas. Biasanya si tukang jualan akan menambahkan saos sambal untuk menambah rasa pedas. Hal ini juga yang membuatku kecewa dengan siomay Jakarta. Bumbu kacang dan saos sambal itu sungguh tidak serasi! :'(

Belum lagi orang sini tidak familiar dengan istilah 'Bakso Tahu'. Di Bandung, bakso tahu adalah induk kata dari siomay dan kawan-kawannya, si paria, kentang, telor, kol dan tahu. Jadi kalau di Bandung kita pesan siomay 10 biji, ya oleh si abangnya hanya akan diberi siomay 10 biji. Sementara kalau di Jakarta kita bilang 'pesan siomay 10 biji', bisa jadi isinya adalah siomay dan kawan-kawannmya, kecuali kalau kita bilang secara spesifik 'siomaynya aja ya bang!". Seperti halnya ketika aku pernah minta tolong dibelikan bakso tahu ke teman kantorku, yang dia belikan ya mie bakso + tahu !


2. Bubur Ayam
bubur ayam bandung
Bubur Ayam Bandung
Sumber foto dsini 
Ketika pertama kali mencoba bubur ayam di Jakarta, sempat shock juga melihatnya. Bagaimana mungkin bubur yang sudah sebegitu lembeknya masih harus ditambah kuah yang begitu banyaknya? Ini sih lebih cocok disebut bubur soto. Bubur ayam di Bandung tidak menggunakan kuah yang demikian banyak. Hal ini dikarenakan buburnya sendiri rasanya sudah enak dan gurih.

Burbur Ayam Jakarta
Sumber foto disini
Selain itu, bubur ayam Bandung hampir selalu memakai topping cakue, sementara bubur Jakarta tidak. Jadi, buat yang gak doyan bawang goreng, bawang seledri dan kacang kayak aku, kalau beli bubur Jakarta berarti topingnya cuma ayam suwir doang (syedihh..)

3. Nasi Kuning Sambel Oncom
Nasi kuning di Jakarta memang kalah pamor dengan nasi uduk. Tapi bukan berarti gak ada. Kadang-kadang aku suka nemu sih penjual nasi uduk yang iseng nambahin varian nasi kuning di dagangannya. Tapi bagaimanapun juga, ada yang tidak bisa digantikan oleh nasi kuning Jakarta. Hal itu adalah, sambel oncom!. Hal yang paling aku kangenin dari nasi kuning Bandung adalah sambel oncomnya, sementara nasi kuning Jakarta, biasanya menggunakan sambel merah biasa, atau bahkan sambel terasi.

Nasi kuning Bandung
sumber foto disini
Nasi kuning Jakarta
sumber foto disini

Selidik punya selidik, ternyata oncom Bandung pun berbeda dengan oncom Jakarta. Oncom Bandung terbuat dari hasil fermentasi kacang tanah. Sementara oncom Jakarta menggunakan campuran ampas kelapa. Mungkin karena itu oncom Jakarta kurang enak dijadikan sambal, ya.





Itulah kira-kira tiga makanan favoritku di Bandung yang ternyata kurasakan berbeda di Jakarta. Sebenarnya masih ada beberapa lagi yang ingin kutambahkan. Tapi sepertinya akan kubuat di postingan tersendiri supaya tidak terlalu panjang :D






Review Bakmi Mewah

Review Bakmi Mewah. Biasanya sih aku sukanya Indomie. Tapi kemaren pas belanja ke Hari-Hari lihat lagi ada promo Bakmi Mewah seharga 6000. Kalau gak salah, biasanya sekitar 7000-7500/pcs nya.  Jadi, beli deh sekalian nyobain juga.

Ketika sampai rumah, si anak cewek langsung merengek-rengek pengen dibuatin. Padahal biasanya dia gak doyan mie instan. Doi rupanya penasaran karena sering lihat iklannya kalau sedang nonton TV di rumah neneknya. Jadi malam itu juga duet maut dengan si anak cewek bikin Bakmi Mewah. Walau pada prakteknya, seperti biasa, aku bagian masaknya, doi bagian ngacak-ngacak-nya :D

review bakmi mewah
Kemasan Bakmi Mewah dan Bumbu Pelengkap

Kemasan dan Isi

Si Bakmi Mewah ini dari segi kemasan emang berbeda dengan mie instan lainnya. Mungkin yang disasar memang menengah keatas kali, ya? Kemasannya  terkesan elegan dan mencolok kalau disandingkan dengan produk sejenis. Bedanya dengan mie instan lain mungkin ada di bumbunya. Kalau mie instan kebanyakan menggunakan bumbu serbuk, kalau Bakmi Mewah bumbunya seperti kuah minyak kental gurih yang ada potongan-potongan kecil daging ayam dan jamur asli. Selain itu ada kecap asin dan minyak wijen serta potongan daun bawang kering. Karena saya suka daun bawang, jadi saya tambahin potongan daun bawang sendiri biar ada ijo-ijonya gitu.

Rasa

Rasanya gak segurih Indomie atau mie instant lainnya. Tapi mungkin emang disitu kelebihannya. Ada bau khas minyak wijen yang bikin aku suka. Kalau baca dari review bakmi mewah yang lain, emang rata-rata merasa bahwa lebih enak Indomie. Malah kalau dari komentar temenku yang udah nyoba, dia bilang gak ada rasanya sama sekali. Jadi doi makannya ditambahin penyedap roy*o lagi. Hedeuh... emang dasar orang Indonesia udah pada kecanduan micin kali ya >_<

review bakmi mewah
Bakmi Mewah Setelah Diaduk

Kalau Jena sih, seperti hal-nya kalau dia makan mie instan lain, gayanya pas awal ngikutin gaya iklan. Tampak enak sekali gitu. Tapi ya gitu, dehhh... cuma makan 3-4 suap ngakunya udah kenyang. Lalu kabur deh ninggalin emaknya buat ngabisin (gak apa-apa juga sih orang emaknya doyan :p)

Kesimpulannya dari review Bakmi Mewah ini, aku suka karena gak terlalu gurih dan pas gitu di lidahku. Jadi sepertinya ini hanya soal selera aja.  Kalau aku boleh kasih nilai sih, 8 dari 10. Cuman memang, buat ukuran mie instan, harga 7000/pcs itu kemahalan. Jadi, sepertinya ga bakal sering-sering beli, deh :D
Diberdayakan oleh Blogger.