Kuliner Khas Bandung yang Beda Rasa di Jakarta

Hampir semua warga Bandung yang 'hijrah' ke Ibukota, pasti merindukan kuliner khas Bandung. Contohnya, ya aku sendiri. Lima tahun tinggal di Ibukota membuatku mendapat jawaban tentang kenapa sih orang- orang kalau liburan banyak yang milih pergi ke kota Bandung? Padahal dulu waktu masih tinggal di Bandung ya gak doyan-doyan amat sama kuliner khas-nya. Yah begitulah memang, you don`t know what you 'eat' till it`s gone :D

Sebenernya kuliner khas Bandung itu bisa kita jumpai di Jakarta juga, kok. Contohnya, setiap pulang ke Bandung aku selalu pesan ke mama untuk dibelikan siomay yang dijual di depan komplek. Sampe mamaku nanya "Memangnya di Jakarta gak ada yang jual siomay, ya???"

Ya ada dong, tapi ya itu dia. Rasanya BEDA. Banyak makanan-makanan Jakarta yang sekedar 'nyomot' kata Bandung aja. Padahal rasa-nya gak ada 'Bandung-Bandung-nya'. Sehingga membuatku malas membelinmemilih untuk menuggu saat-saat aku pulang kampung ke Bandung saja untuk menikmatinya. Aku akan coba bahas beberapa khususnya yang menurutku jauh berbeda.


Kuliner Khas Bandung yang Beda Rasa di Jakarta

1.   Siomay atau Bakso Tahu
Sebenarnya di Jakarta banyak bertebaran penjual siomay. Bahkan tidak jarang yang mengunakan label 'Siomay Bandung' di gerobaknya. Tapi ketika aku coba beli, hal pertama yang terlintas di pikiranku adalah "ini siomay apa bakso ikan, sih???" Soalnya dari penampakan aja udah gak indah. Bentuk siomay Bandung itu tidak bulat, tapi berupa adonan yang dilapisi kulit pangsit rebus. Sementara siomay Jakarta, terutama yang di pinggir jalan, kebanyakan bentuknya bulat seperti bakso yang kematengan. Kalaupun ada yang dilapis pangsit, biasanya itu hanya varian dan isinya lebih sedikit. Paling banter siomay Jakarta yang beneran enak bentuknya gak beraturan, tapi tetap tidak menggunakan kulit pangsit.

bakso tahu bandung
Bakso Tahu Bandung
sumber foto disini 
Siomay Jakarta
sumber foto disini

Selain itu dari bumbu kacangnya pun berbeda. Bumbu kacang siomay Bandung lebih lembut dan sedikit pedas. Sementara siomay Jakarta bumbu kacangnya cenderung kasar dan tidak pedas. Biasanya si tukang jualan akan menambahkan saos sambal untuk menambah rasa pedas. Hal ini juga yang membuatku kecewa dengan siomay Jakarta. Bumbu kacang dan saos sambal itu sungguh tidak serasi! :'(

Belum lagi orang sini tidak familiar dengan istilah 'Bakso Tahu'. Di Bandung, bakso tahu adalah induk kata dari siomay dan kawan-kawannya, si paria, kentang, telor, kol dan tahu. Jadi kalau di Bandung kita pesan siomay 10 biji, ya oleh si abangnya hanya akan diberi siomay 10 biji. Sementara kalau di Jakarta kita bilang 'pesan siomay 10 biji', bisa jadi isinya adalah siomay dan kawan-kawannmya, kecuali kalau kita bilang secara spesifik 'siomaynya aja ya bang!". Seperti halnya ketika aku pernah minta tolong dibelikan bakso tahu ke teman kantorku, yang dia belikan ya mie bakso + tahu !


2. Bubur Ayam
bubur ayam bandung
Bubur Ayam Bandung
Sumber foto dsini 
Ketika pertama kali mencoba bubur ayam di Jakarta, sempat shock juga melihatnya. Bagaimana mungkin bubur yang sudah sebegitu lembeknya masih harus ditambah kuah yang begitu banyaknya? Ini sih lebih cocok disebut bubur soto. Bubur ayam di Bandung tidak menggunakan kuah yang demikian banyak. Hal ini dikarenakan buburnya sendiri rasanya sudah enak dan gurih.

Burbur Ayam Jakarta
Sumber foto disini
Selain itu, bubur ayam Bandung hampir selalu memakai topping cakue, sementara bubur Jakarta tidak. Jadi, buat yang gak doyan bawang goreng, bawang seledri dan kacang kayak aku, kalau beli bubur Jakarta berarti topingnya cuma ayam suwir doang (syedihh..)

3. Nasi Kuning Sambel Oncom
Nasi kuning di Jakarta memang kalah pamor dengan nasi uduk. Tapi bukan berarti gak ada. Kadang-kadang aku suka nemu sih penjual nasi uduk yang iseng nambahin varian nasi kuning di dagangannya. Tapi bagaimanapun juga, ada yang tidak bisa digantikan oleh nasi kuning Jakarta. Hal itu adalah, sambel oncom!. Hal yang paling aku kangenin dari nasi kuning Bandung adalah sambel oncomnya, sementara nasi kuning Jakarta, biasanya menggunakan sambel merah biasa, atau bahkan sambel terasi.

Nasi kuning Bandung
sumber foto disini
Nasi kuning Jakarta
sumber foto disini

Selidik punya selidik, ternyata oncom Bandung pun berbeda dengan oncom Jakarta. Oncom Bandung terbuat dari hasil fermentasi kacang tanah. Sementara oncom Jakarta menggunakan campuran ampas kelapa. Mungkin karena itu oncom Jakarta kurang enak dijadikan sambal, ya.





Itulah kira-kira tiga makanan favoritku di Bandung yang ternyata kurasakan berbeda di Jakarta. Sebenarnya masih ada beberapa lagi yang ingin kutambahkan. Tapi sepertinya akan kubuat di postingan tersendiri supaya tidak terlalu panjang :D






12 komentar:

  1. Aduh sama nih, saya juga orang Bandung penghuni Jakarta. Makanya kalau pulang ke Bandung saya suka angkaribung segala makanan dibawa, sampe kecap dan sayuran saya impor dari Bandung....hehehe...atuh da kumaha nya....beda sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. halah, kecap mah sama meureun mbakk.. belinya di indomarett... hehe

      Hapus
  2. Aduuuhhhh ngomongin makanan siksaan tersendiri buat kami warga perantauan disini. Setiap malam merindukan suara abang-abang lewat jualan mie tek-tek yang ditunggu semaleman juga nggak akan lewat2. Satu lagi mak yang bikin kangen itu Batagor, Kue basah bandung, dll yang entah kenapa rasanya tetep juara di kota kembang mah

    BalasHapus
    Balasan
    1. bettulll itu mak... sama cuanki yg lewat ya, hihi

      Hapus
  3. Di tempat saya tinggal (bandung bag ciwastra) jg ga pernah kok nemu nasi kuning pakai sambal oncom, hrs ke rmh mertua (cimahi)...
    Kita sama mba, saya ga suka bawang goreng, bawang daun, seledri :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan-jangan emang khas cimahi ya sebenernya, soalnya rumahku juga di cimahi sihh.. hahaha.. (ngaku-ngaku BAndung) :p

      iya Mbak, aku ga suka bawang goreng, seledri. tapi kalo bawang daon, suka :D

      Hapus
  4. Jajan Bandung yang buat saya bikin kangen itu cilok pedas :D enak banget ciloknya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah aku malah belum pernah nyoba mbak.. ntar kalo ke bandung lagi cari ahh...

      Hapus
  5. Kayak Bakso Malang.. ga ada duanya hihihi, disini aku sering sarapan bubur bandung (tulisannya) tapi ternyata lebih mirip ke bubur Jakarta...

    BalasHapus
    Balasan
    1. lah, bakso malang di malang rasanya beda juga ya? :D

      Hapus
  6. Hahaha. Keren artikelnya. Gue baru tahu soal perbedaan itu. Maklum, lahir-gede di Depok gak pernah ke mana-mana :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. depok makanan khasnya apa deh :?

      Hapus

Silahkan tinggalkan pesan apa saja untukku disini ^^

Diberdayakan oleh Blogger.